Inside the Giant Leap

Sebelum saya lanjutkan menulis beberapa catatan tentang buku terbaru mantan CEO Adira ini, saya ingin berbagi pengalaman saat saya menghadiri acara CEO Forum dan saat memandu training ESQ untuk 27 orang manajer Adira. Kedua acara itu dilaksanakan pada tahun lalu di menara 165.

CEO Forum adalah salah satu program dari kerjasama antara ESQ Leadership Center dan ACT Consulting, dua lembaga yang didirikan oleh Dr. Ary Ginanjar, yang menghadirkan para CEO dari berbagai organisasi besar untuk berbagi pengalaman tentang pentingnya corporate culture dalam memajukan organisasi.

Dua hal yang saya ingat benar dari acara CEO Forum (20/7): presentasi Pak Stanley yang sangat memukau dan pujian Pak Ary kepada Adira Finance. Dihadapan ratusan pimpinan organisasi yang memadati Granada Ballroom, Menara 165, Pak Stanley berbagi pengalamannya selama memimpin Adira Finance sejak tahun 1990. Menurutnya, rahasia kesuksesan berbagai perusahaan-perusahaan besar adalah karena mereka berdiri diatas pondasi yang kokoh: budaya perusahaan. Read more of this post

Trainer Terhebat di Dunia

Bila seseorang bertanya kepada kita tentang siapakah trainer atau speaker terhebat yang kita kenal, mungkin kita akan menyebutkan sederet nama trainer, speaker atau coach terkemuka seperti Anthony Robbins, Jack Canfield, Dr, Stephen R Covey, Dr. Ibrahim el-Fiky, Amru Khalid, Dr. Ary Ginanjar, Mario Teguh, Tung Desem Waringin atau Andrie Wongso.

Mereka mempunyai kemampuan menginspirasi dan memotivasi banyak orang untuk bangkit berdiri dan meningkatkan kualitas hidup. Kata-kata dan sikap mereka memiliki energy yang mampu menggerakkan orang untuk melakukan perubahan. Tidak mengherankan apabila orang-orang dengan suka cita mengikuti setiap event yang menghadirkan mereka sebagai trainer atau speaker, mengoleksi buku, CD audio dan DVD mereka.

Kita mengapresiasi setiap upaya mereka yang tidak kenal lelah menyebarkan dan terus menularkan pikiran-pikiran positif mereka demi kemajuan bangsa dan negara kita yang sedang dalam krisis mentalitas dan moralitas ini. Tapi benarkah mereka adalah trainer, speaker atau coach terhebat? Mari kita simak beberapa kisah nyata dibawah ini. Read more of this post

Karena Hidup Lebih dari Sekedar Angka

Hari sabtu beberapa pekan yang lalu. Pak Legisan dan istri pergi ke sekolah anak mereka untuk mengambil raport. Sesampainya di sekolah yang merupakan salah satu sekolah swasta terkemuka di Depok itu, mereka bergegas menuju ruang tempat pembagian raport dilakukan. Tibalah giliran raport anak mereka dibagikan. Mereka mendapatkan ucapan selamat dari bapak guru yang memberikan raport. Karena anak mereka mendapat nilai yang cemerlang.

Anak mereka mendapatkan nilai 10 untuk empat mata pelajaran dari total enam mata pelajaran, sisanya 9,5. Hati pasangan itu pun berbunga-bunga. Orang tua mana yang tidak bahagia bila buah hati mereka mendapatkan nilai raport yang cemerlang. Pasangan asal Medan itupun mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada pak guru dihadapannya yang telah mengajarkan ilmu kepada anak mereka.

Sebelum pamit pulang, Pak Legisan mengajukan beberapa pertanyaan yang membuat pak guru dihadapannya terdiam sejenak. Trainer senior ESQ tersebut menanyakan tentang perilaku anaknya selama di sekolah. Tentang kejujurannya, kesungguhan dalam mengerjakan tugas, kepedulian dan kesantunannya kepada guru dan teman-temannya. Pak guru itu menjawab sambil mengingat-ingat perilaku anak didiknya karena di dalam raport itu memang tidak ada penilaian tentang nilai perilaku siswa-siswinya. Read more of this post

Pelajaran Tanggung Jawab dari Seorang Sahabat

Jantung pria itu berdegup kencang tak beraturan. Keringat dingin mulai bercucuran. Ia terdiam beberapa saat untuk menenangkan pikiran. Kejadian yang dialaminya beberapa detik sebelumnya membuatnya tertegun sejenak di belakang stir mobil kesayangannya. Ia tidak sengaja menabrak mobil mewah yang sedang parkir di depan sebuah rumah di perumahan elit Kota Hujan Bogor.

Bisikan-bisikan yang melintas dalam hati memintanya untuk meminta maaf kepada pemilik mobil atau pergi meninggalkan tempat itu, sesegera mungkin. Bayangan akan mengganti biaya service mobil yang ditabraknya itu menggelantung di matanya. Pintu tengah mobil itu rusak parah. Tapi bisikan untuk bertanggung jawab terus berdesak-desakan dalam hatinya. Lebih dari 10 menit pria asal Malang itu tertegun dan berusahan menguasai diri.

Akhirnya, ia bertekad untuk menerima dengan ikhlas apa yang menimpa dirinya malam itu. Bismillah, ia mulai berjalan mengikuti suara hatinya. Ia pun memasuki pagar rumah nan megah itu dan mengetuk pintu. Ibu pemilik rumah itu pun menerimanya dan langsung menanyakan maksud kedatangannya. Lelaki itu pun menceritakan kejadian yang dialaminya. “ Saya meminta maaf karena secara tidak sengaja menabrak mobil itu,” ujarnya. Si ibu yang mulai terlihat panic, sejurus kemudian memanggil suaminya. Read more of this post

Mendidik Karakter dengan Karakter

Membaca buku Mendidik Karakter dengan Karakter yang ditulis oleh Ida S. widayanti, membuat saya semakin memahami mengapa Rasulullah Saw menyebut-nyebut ummatnya pada saat sakaratul maut, bahkan beliau ulangi hingga tiga kali: ummatku, ummatku, ummatku. Penyebutan kata ‘ummatku’ bahkan diulang sebanyak tiga kali pada waktu yang sangat kritis yaitu di detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah Saw tentulah mengandung pesan yang dalam. Selain merefleksikan sebuah rasa cinta yang begitu besar yang dimiliki Rasulullah kepada seluruh ummatnya, penyebutan ‘ummatku’ tersebut boleh jadi adalah bentuk kekhawatiran beliau akan akhlak ummat sepeninggalannnya. Bukankah Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak/karakter? Read more of this post

You Are What You Read

Menikmati waktu untuk membuka-buka atau sekedar melihat-lihat buku di ‘perpustakaan kecil’ saya adalah salah satu aktivitas yang seringkali saya lakukan bila tidak ada jadwal training atau workshop di akhir pekan. Seperti hari ini, saya dapat melakukan ‘ritual’ itu karena saya mendapat jadwal training Rabu-Kamis minggu depan, tepatnya training inhouse Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Saya merasa bahagia ketika membuka-buka atau sekedar melihat-lihat ratusan buku yang saya koleksi di ruang keluarga rumah saya. Buku yang paling lama saya miliki di perpustakaan ini adalah Cakrawala Islam karya Dr. Amien Rais yang saya beli saat SMA. Sedangkan buku yang terbaru saya adalah When Elephants Can Dance karya bersama Suwardi Luis dkk. Sebenarnya buku yang pertama kali saya beli adalah Bagaimana Mencari Kawan-nya Dale Carnegia dan Fatimah Chen-chen-nya Motinggo Busye yang saya beli saat di Mts Daar el Qolam, tapi kedua buku tersebut hilang entah kemana.

Saya ingat-ingat kembali, ternyata buku-buku yang pertama kali saya beli mencerminkan minat saya dari sejak remaja sampai hari ini: agama, sastra, self-help dan leadership. Buku-buku agama yang saya miliki kebanyakan adalah yang sifatnya referensi seperti Sirah Nabawiyah-nya Dr. Said Ramadhan Al-Buthi, Kisah-kisah dalam Alquran-nya Syaikh Ahmad At-Thahir Al-Basyuni, dua jilid Fiqh Dakwah-nya Dr. Musthafa Mashur dan Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah Al-Iskandari. Read more of this post

Learning Day Tim Training ESQ: MBTI & Communication Skills for Trainer (bagian 2-habis)

Ada sebuah masa dalam hidup saya ketika pemahaman tentang ‘thinking’ terkesan lebih hebat dibandingkan ‘feeling’. Thinking identik dengan kuatnya kompetensi akademis sedangkan feeling identik dengan kelemahan. Kalimat ‘saya pikir ..’ dalam mengawali sebuah pendapat sepertinya sudah memposisikan si mpunya kalimat sudah mempertimbangkan dan melihat dari berbagai sudut pandang. Sedangkan kalimat ‘saya merasa ..’ terkesan tidak menggunakan pisau analisa intelektual. Sindiran untuk tidak mengedepankan perasaan begitu sering terdengar.

Keinginan menjadi ‘orang thinking’ itulah yang membuat saya rajin membaca buku-buku ilmiah dan gemar diskusi. Saya ikut kelompok diskusi sejak di pesantren Daar el-Qolam dan akhirnya mendirikan kelompok diskusi Sinergy 98 bersama teman-teman di kampus. Saya pun semakin aktif berdiskusi hingga seringkali diminta oleh TVRI untuk menjadi peserta program Debat Mahasiswa. Saya akan merasa bangga ketika mengutip kalimat seorang tokoh terkenal atau ketika menyampaikan data dan fakta tentang sebuah permasalahan yang membuat lawan diskusi terdiam.

Selain pemahaman thinking dan feeling, ada lagi yaitu ‘ekstrovert’ dan ‘introvert’. Ekstrovert terkesan lebih baik dibandingkan introvert. Sepertinya orang harus menjadi ekstrovert semua dan jangan sekali-kali menjadi orang introvert. Mengapa? Karena yang dikedepankan adalah bahwa orang ekstrovert itu lebih mudah mendapatkan teman, percaya diri dan akan lebih sukses. Sedangkan orang introvert adalah tertutup, pendiam, tidak punya teman dan memiliki masalah pribadi. Sindiran untuk tidak menjadi orang introvert pun begitu sering terdengar. Read more of this post

Learning Day Tim Training ESQ: MBTI & Communication Skill for Trainers (bagian satu)

Saya mengikuti learning day tim training ESQ selasa, 24 April 2012 di mushala Ath-Thur. Acara mingguan tim training itu dimulai dari jam 9.30 – 12.00 WIB. Hadir sebagai pemateri adalah Ibu Intan Kelana, M.Ed, penyusun modul ESQ Parenting. Tema yang diangkat adalah MBTI & Communication Skill for Trainers. MBTI adalah kependekan dari Myers Briggs Type Indicator, salah satu alat tes kepribadian individu.

Mba Intan, demikian kami biasa memanggil adik kandung Pak Ary Ginanjar itu, memulai sesi dengan sharing tentang pentingnya proses belajar dan mengajar yang harus dilakukan oleh setiap orang. Ia menyampaikan apresiasi kepada tim training karena terus meningkatkan kemampuannya melalui kegiatan learning day. Mba Intan kemudian berkisah tentang pengalaman pribadinya mengajar di Universitas Indonesia setelah menyelesaikan kuliahnya di tempat yang sama. Setelah mengajar untuk beberapa waktu, ia ingin kembali belajar. Keinginannya untuk terus belajar membawanya terbang ke negeri kanguru dan belajar di Monash University. Karena itu mba Intan merasa senang bisa berbagi tentang MBTI yang dipelajarinya dalam sebuah pelatihan di tahun 2011.

MBTI, kata mba Intan, berawal dari penelitian yang dilakukan oleh Carl Jung selama 30 tahun tentang tipe kepribadian manusia. Teori tipe kepribadian itu kemudian dikembangkan oleh ibu dan anak yang bernama Myers dan briggs. MBTI kini menjadi alat tes kepribadian individu yang sangat popular di kalangan pemerhati pengembangan kepribadian individu di seluruh dunia. Read more of this post

Umrah: Perubahan Mindset ‘Mendapatkan’ ke ‘Memberikan’

Sehari sebelum pemberangkatan, saya dan tim ESQTours melaksanakan manasik umrah di kantor pusat Badan Pusat Statistik di jl. Dr. Sutomo No. 6-8, Jakarta. Manasik adalah kegiatan wajib sebelum pemberangkatan umrah dilakukan. Didalam manasik selama seharian penuh itu, tim ESQTours menjelaskan tentang teknis pelaksanaan umrah dan keutamaan-keutamaannya dari sisi hukum fiqihnya. Sedangkan saya menyampaikan pemaknaan umrah dalam membangun karakter dan meningkatkan kinerja. Tempat pelaksanaan manasik di aula nan megah miliki BPS adalah karena lebih dari 25 orang dari 38 jamaah umrah tersebut adalah pegawai BPS.

Dalam pemaknaan tersebut, saya menyampaikan tentang fenomena pada sebagian ummat Islam yang tidak membawa nilai dan pesan spiritual yang terkandung dalam setiap ibadah ritual ke dalam kehidupan keseharian. Ada semacam keterpisahan dalam memaknai ibadah dan kehidupan. Ibadah seakan berdiri di satu sisi dan kehidupan disisi lainnya. Akhirnya, nilai dan pesan spiritual dalam ibadah, secara sadar atau tidak, bukanlah menjadi landasan dalam membangun keluarga atau meningkatkan performa sebuah perusahaan.

Saya tanyakan,” Untuk melakukan ibadah haji atau umrah, besar tidak uang yang dikeluarkan?. Lama tidak waktu yang diluangkan? Banyak tidak tenaga yang dikeluarkan?.” Semua orang yang hadir mengiyakan semua pertanyaan itu. Saya melanjutkan,” Mengapa orang mau melakukannya?”. Mereka menjawab karena menginginkan balasan kebaikan dari Allah. Mengharapkan pahala dari sisi Allah. Saya mengajak semua merenungkan, apabila semangat untuk mendapatkan balasan kebaikan dari sisi Allah yang dimiliki saat melakukan ibadah umrah hingga rela dan ikhlas mengeluarkan uang, waktu dan tenaga ini bisa dibawa ke dalam dunia kerja sehari-hari pastilah setiap orang akan lebih bersemangat menyelesaikan tugas, lebih disiplin datang ke kantor, lebih amanah dalam memikul tanggungjawab yang diberikan, lebih gemar memberikan pertolongan kepada orang lain. Read more of this post

Persiapan Memenuhi Panggilan Allah

Pertengahan Februari lalu, tim ESQTours memberitahukan kalau saya mendapat tugas sebagai trainer umrah. Mendapatkan kabar akan menjadi trainer umrah bagi saya terasa berbeda dan istimewa. Apabila biasanya saya memberikan materi training di hadapan karyawan dan pimpinan sebuah instansi yang bertempat di gedung atau hotel, kali ini saya akan memberikan materi pendalaman ESQ di hadapan tamu-tamu Allah Swt di kota suci, Mekkah dan Madinah. Membayangkannya saja terasa bahagia.

Sebagai bentuk rasa syukur mendapatkan tugas mulia, saya langsung mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Karena ESQ, saya membagi persiapan dalam tiga yaitu fisik, emosi dan spiritual. Secara fisik, saya siapkan segala dokumen dan perlengkapan perjalanan umrah. Saya datang ke kantor imigrasi Jakarta selatan untuk memperpanjang paspor karena paspor saya akan berakhir di bulan Juni. Saya juga menyiapkan pakaian untuk 10 hari perjalanan umrah. Untuk pakaian saya memastikan membawa lima buah baju kokoh dan dua buah gamis, selain celana dan kemeja biasa. Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.